Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Do you miss me?

Dalam hidupku semua yang terdengar dan terlihat menjadi sebuah hal yang menumpukku dalam kepalaku Terkadang aku menyukai beberapa eksperimen Mencoba menghilang agar tahu bagaimana rasanya di cari Tapi itu tak benar benar terjadi karna kebanyakan akulah yang ingin mencari Tapi itu semua menjadi hal yang menumpuk dalam kepalaku Apa kau pernah merasakan jatuh yang sangat jauh dan dalam? Padahal kau masih tetap berdiri tegak Aku mencoba berkomunikasi namun tak dapat ku rangkai beberapa dalam kepalaku menjadi sebuah kalimat Dan kau pun tak pernah merasa benar dalam bertanya, bukan begitu? Aku hanya ingin melihat apa yang ingin aku lihat Masa depan terlalu jauh meski kau membuatnya hari ini Sampai saat ini aku tak tahu apa sebenarnya aku lakukan, apa aku telah membuatmu bangga?

Nakama

Kita bersama dalam garis musik Saling menyentuh hati dan saling merangkul pundak kita Suka lara terucap terlaksana Sedikit titik dari kita terpilih untuk mengasihani Berbuah sedikit benci mencoba memberontak Tahun pun berulang dalam harap perubahan Dengan fakta kita hanya berdiam diri Sebuah kebaikan kita tanam bersama Maka kita rawat bersama, aku tak ingin sendiri Meski kini kalian sedang berputar Tapi kita harus saling mewarnai, jangan sampai di warnai Namun saat ini akupun dalam keadaan lemah Di dunia yang sebenarnya nanti kita harus saling mencari, saling mengangkat 04:00, 19 Mei 2020

Pasti dan akan tiba

Sebagian orang pasti tahu dan sudah merasakannya Tadi tuh biasa dzuhur di mesjid dan pas berjama'ah dia yang telah lama memimpin kembali menjadi imam Rasanya seperti sudah lama tidak mendengar khas nya Ada sedikit terenyuh di saat dia mencoba memudarkan image namun menumpahkan setitik tinta pada kertas Langsung terbayang bagaimana jika orang tuaku telah lama tiada Hingga sampai pada satu peristiwa ada titik yang membuka beberapa adegan saat kami bersama Dan aku yakin takkan pernah bisa aku menahan semua emosi itu Sesaat terpikir, apakah merekapun akan sama ketika aku yang pergi? 12:25, 19 Mei 2020

Not about coffee

Hampir seminggu ini tak dapat ku langkahkan kaki ini lebih jauh Tidak seperti biasa bukan? Berawal dengan kengerian udara yang bahkan aku tidak terlalu peduli Keharusan untuk terus bernafas mulai terhalang Kini tabu menjadi baku Kabar darinya selalu membuatku semangat Dan aku sadar dengan kalimat Dan aku tak bisa berbuat banyak Hampir seminggu berjalan dalam sebuah kewajiban langkahku tak bisa melebihi sebuah lingkaran Ini bukanlah diriku Mengubah mata terbuka dalam gelap Hingga saat ini buku diriku selalu terbuka hanya saja kau tak ingin membaca Dalam penglihatanku menjadi sunyi tapi tetap dengan kepalaku yang sangat campur aduk

the LINE

Entah kapan semua ini di mulai Namun kepergianmu cukup membuat kami tak tahu arah Memaknai hidup pun ku lakukan dengan otodidak Ini seperti kau di ciptakan dan terpilih untuk semua tugas Entah sampai kapan akan berakhir karna akupun tak tahu persis tugas yang ku jalani Berjalan merangkul waktu perlahan terbentuk Menerima semua yang ada, menelan semua rasa I have destiny, yes i have destiny Tuhan adalah misteri Dan keajaiban itu akan terus terjadi setiap hari Look at me, what can i do now?

Last night

Saat itu bukan maksudku menentang apa yang telah di gariskan Aku hanya mencoba meraih apa yang aku inginkan Namun dengan cara itu benang merah semakin terlihat Dengan perlahan aku takkan pernah melupakan mimpiku Hanya saja ku simpan di dalam bagian diriku Menghadapi potongan potongan cerita keluarga adalah sebuah kebanggaan Tapi aku bukan mereka yang senang berbicara dengan lantang

No questions

Setitik hitam saja sudah membuatku gempar Ini seperti aku menemukan jalanku tapi aku tak punya akses masuk ke dalamnya Bahkan aku tak kuat untuk berjalan Dan sampai kapan tangan ini akan terus terbuka? Aku tak mengerti apa yang ku pikirkan Apa yang aku pikirkan? Lalu apa yang ku inginkan? Hanya terdiam di persimpangan Manusia seperti ini hanya berjalan di atas khayalan 25 juli 2018

Nan de boku wa?

Senyuman pagi berakhir dengan mendung nya sore Slalu saja drastis dalam sebuah perasaan Memikirkan tentang detik berikutnya yang akan ku lalui, tentang rumah Apa yang ku lakukan ini benar, ibu? Aku tak ingin sepertimu, ayah.. Maafkan aku Berharap bisa melindungi nyatanya tidak, kau bebas adikku Hanya bisa berucap untuk semua yang kenal denganku, maaf Saat seperti malam ini, terdiam sendiri dengan sebuah rokok di sampingku Yang terpikir hanyalah maaf dan aku yakin bahwa hanya aku di dunia ini yg paling banyak berucap Terlempar dari dunia dan menggerutu pada diriku sendiri Andai seperti Ajin, maka hantuku akan melakukan hal sebaliknya Saat aku tertindih dengan jutaan detik rekaman mataku, rasanya tak sakit namun aku kaku tak berdaya Banjaran, 19 April 2018

Alife

Terlalu banyak pertanyaan, berdesakan namun tidak tumpah Hanya terasa berat ketika semuanya tak terjawab Yaa.. Aku begitu buruk, bahkan sahabatku sendiri menjadi merah menyala Aku hanya bisa  menyusahkan dia, bahkan ketika teringat masa kecil kita.. Aku hanya menekankan agar dia seperti Tak bicara karna aku tak ingin kembali menaikan nada ketika berbicara dengan ayah, hanya saja mata ini terasa kering dan dadaku terasa penuh Aku hanya bisa melihat adik dan ibuku, tak banyak yg ku lakukan.. Yaah benar buruk bukan? Sungguh garisku tak jelas, begitu rumit.. Apa kau tahu apa yang ku lakukan? Aku sendiri tak tahu Bahkan maksud tujuanku pun hanya berhenti di bawah tenggorokkan, ikut berdesakan dalam pikiran Sunyi dalam sebuah jawaban Banjaran, April 2018

Semestinya

Biarkan kami tetap seperti ini, Menyapa angin tersenyum segar   sebuah mesin Ada hal semestinya tak perlu kita ubah sehingga alam bawah sadar di sana tak menarik tanganmu untuk bersandiwara dengan mengatasnamakan masa depan berupa iklan keindahan namun hanya keserakahan yang tersimpan. Jangan sentuh dia karna Tuhan tak inginkan kebencian, takkan pernah usai.. Takkan pernah usai Kemarin adalah warna yang melukiskan kehidupan, kini hanya akan menjadi cerita dan aku simpan baik meski warnamu kini telah menjadi abu Banjaran, Januari 2018

Tak terdengar

Seperti ayahku Ini hanyalah amarah yang berkecamuk Semrawut namun terkendali Arahan dan simpulan langsung dari mata, telinga yang telah berdiskusi bersama otak Membentuk kata yang sama (Emosi) Sukma ini tetap menjaga semuanya terkendali Terjaga dalam kewarasan Mendatarkan tiap tutur kata Memecahkan luapan Seperti ajaran ibuku yang selalu ingin aku biarkan terjaga sampai mati nanti